INILAH.COM, Bandar Sri Begawan - Pelatih Timnas U-21 Indonesia Widodo Cahyono Putro angkat bicara terkait kekalahan yang diderita timnas atas Brunei Darussalam. Menurutnya, Indonesia kalah dalam segala hal dari Brunei.
Indonesia takluk di tangan tuan rumah Brunei Darussalam di laga pamungkas kejuaraan Hassanal Bolkiah Trofi 2012, Jumat (9/3/2012) WIB.
Pasukan Garuda Muda tumbang dengan dua gol tanpa balas masing-masing melalui gol Mohd Aminuddin Zakwan Tahir di menit ke-47 dan Adi Said di pertengahan laga.
Dalam keterangan persnya sesuai laga, pelatih Widodo C Putro mengungkapkan bahwa Indonesia kalah dalam segala hal dari Brunei. Menurutnya, itulah penyebab utama kekalahan Timnas di pertandingan ini.
"Brunei lebih cerdik. saya tak mau mencari alasan. yang pasti, kita kalah jalam terbang dan pengalaman. pemain yang ada sekarang bukan lewat kompetisi. mereka punya potensial," ujarnya pada wartawan.
"Di kamar ganti (saat turun minum), saya bilang ke anak-anak ini kesempatan buat kalian untuk buat sejarah. bermainlah sebaik mungkin. tapi kita harus akui, brunei lebih baik. saat tertinggal 0-1, saya masukkan tiga penyerang," tambahnya.
Sebagai juara pertama, Brunei Darussalam berhak atas hadiah sebesar BND 20.000.00. Sementara, sebagai Runner-Up Indonesia berhak atas hadiah sebesar BND 10.000.00.
Entri Populer
-
Indonesia memang gudangnya pemain, namun kesalahan penanganannya lah yang membuat para punggawa tim sepak bola Indonesia tak mampu berbicara...
-
Indoor soccer or arena soccer , or six-a-side football in the United Kingdom, is a game derived from association football adapted f...
-
Striker FC Koln Lukas Podolski memang saat ini sedang diperbincangkan mengenai rumor kepindahannya ke klub liga primer inggris Arsenal....
-
Dua tim langganan liga champions Real Madrid dan Chelsea berhasil melaju kebabak perempat final liga champion setelah berhasil menganda...
-
Hasil Leg Pertama Liga Champion Babak 16 Besar 2012 Hasil Leg Pertama Babak 16 Besar Liga Champion 2012 update 22-23 Februari 2012. Bertand...
21.01
Widodo: Indonesia Kalah Segalanya dari Brunei
Jumat, 09 Maret 2012
20.56
INILAH.COM, Bandar Sri Begawan - Meski takluk 2-0 dari Brunei Darussalam di laga pamungkas, Timnas U-21 Indonesia dinilai telah mengeluarkan usaha paling maksimal.
Indonesia takluk di tangan tuan rumah Brunei Darussalam di laga pamungkas kejuaraan Hassanal Bolkiah Trofi 2012, Jumat (9/3/2012) WIB.
Pasukan Garuda Muda tumbang dengan dua gol tanpa balas masing-masing melalui gol Mohd Aminuddin Zakwan Tahir di menit ke-47 dan Adi Said di pertengahan laga.
Manajer timnas U-21 Harsrul Azwar mengaku salut dengan perjuangan skuad Garuda Muda di laga tersebut, meskipun harus berujung dengan kekalahan.
"kita salut dengan perjuangan pemain. mereka sudah berusaha semaksimal mungkin. kita punya kesempatan (peluang)dan menguasai pertandingan di babak pertama, tapi tak bisa dimaksimalkan dengan baik. saya melihat lini belakang Brunei tak begitu kuat," ungkapnya.
Sebagai juara pertama, Brunei Darussalam berhak atas hadiah sebesar BND 20.000.00. Sementara, sebagai Runner-Up Indonesia berhak atas hadiah sebesar BND 10.000.00.
'Timnas U-21 indonesia Sudah Tampil Maksimal''Timnas U-21 indonesia Sudah Tampil Maksimal'
![]() |
| Manajer timnas U-21 Harsrul Azwar |
Indonesia takluk di tangan tuan rumah Brunei Darussalam di laga pamungkas kejuaraan Hassanal Bolkiah Trofi 2012, Jumat (9/3/2012) WIB.
Pasukan Garuda Muda tumbang dengan dua gol tanpa balas masing-masing melalui gol Mohd Aminuddin Zakwan Tahir di menit ke-47 dan Adi Said di pertengahan laga.
Manajer timnas U-21 Harsrul Azwar mengaku salut dengan perjuangan skuad Garuda Muda di laga tersebut, meskipun harus berujung dengan kekalahan.
"kita salut dengan perjuangan pemain. mereka sudah berusaha semaksimal mungkin. kita punya kesempatan (peluang)dan menguasai pertandingan di babak pertama, tapi tak bisa dimaksimalkan dengan baik. saya melihat lini belakang Brunei tak begitu kuat," ungkapnya.
Sebagai juara pertama, Brunei Darussalam berhak atas hadiah sebesar BND 20.000.00. Sementara, sebagai Runner-Up Indonesia berhak atas hadiah sebesar BND 10.000.00.
20.46
Walau Kalah, Fergie Tetap Optimistis Lolos
![]() |
| Sir Alex Ferguson |
INILAH.COM, Manchester - Nada optimisme dilantunkan pelatih Manchester United Sir Alex Ferguson menyusul kekalahan timnya atas Athletic Bilbao. Fergie yakin kans timnya lolos masih terbuka lebar.
Athletic Bilbao memetik kemenangan dramatis kala melawat ke markas Manchester United, Stadion Old Trafford, di laga leg pertama babak 16 besar Liga Europa.
Bilbao menang dengan skor tipis 3-2. Ketiga gol Bilbao di pertandingan ini masing-masing diciptakan Fernando Llorente, Oscar, dan Muniain. Sementara, kedua gol MU diborong Wayne Rooney.
Kendati menuai hasil buruk dengan kalah di kandang, Fergie tetap optimistis dapat membalik keadaan di laga leg kedua nanti.
"Kami kalah. Mereka adalah tim yang lebih baik. Lini pertahanan kami tidak bagus malam ini dan itu merugikan kami," analisa Fergie seperti dilansir BBC.
"Kami bisa menang di sana. Kami sudah menunjukkan kalau kami bisa menciptakan peluang tapi kami harus bertahan lebih baik," tegas manajer asal Skotlandia itu.
Pertandingan laga leg kedua babak 16 besar Liga Europa bakal dihelat di markas Bilbao, Stadion San Mames, pada 15 Maret nanti. Untuk lolos ke perempatfinal, MU harus menang dengan selisih dua gol.
Athletic Bilbao memetik kemenangan dramatis kala melawat ke markas Manchester United, Stadion Old Trafford, di laga leg pertama babak 16 besar Liga Europa.
Bilbao menang dengan skor tipis 3-2. Ketiga gol Bilbao di pertandingan ini masing-masing diciptakan Fernando Llorente, Oscar, dan Muniain. Sementara, kedua gol MU diborong Wayne Rooney.
Kendati menuai hasil buruk dengan kalah di kandang, Fergie tetap optimistis dapat membalik keadaan di laga leg kedua nanti.
"Kami kalah. Mereka adalah tim yang lebih baik. Lini pertahanan kami tidak bagus malam ini dan itu merugikan kami," analisa Fergie seperti dilansir BBC.
"Kami bisa menang di sana. Kami sudah menunjukkan kalau kami bisa menciptakan peluang tapi kami harus bertahan lebih baik," tegas manajer asal Skotlandia itu.
Pertandingan laga leg kedua babak 16 besar Liga Europa bakal dihelat di markas Bilbao, Stadion San Mames, pada 15 Maret nanti. Untuk lolos ke perempatfinal, MU harus menang dengan selisih dua gol.
08.12
SHOWBOL / INDOOR SOCCER
Selasa, 06 Maret 2012
Indoor soccer or arena soccer, or six-a-side football in the United Kingdom, is a game derived from association football adapted for play in an indoor arena such as a turf-covered hockey arena or skating rink. The most important difference in play is that the indoor field is surrounded by a wall instead of touch lines, resembling more of a hockey rink than a soccer pitch. The ball can be played directly off the wall, which eliminates many frequent stoppages that would normally result for throw-ins, goal kicks and corner kicks, and generally results in a faster paced game. The term "indoor soccer" is so well-known as a description of the different style of the game that it is even used to describe similar fields which are built outdoors.
Indoor soccer is one of several distinct variants of the game of association football designed for play in indoor arenas. Indoor soccer is most popular in the United States, Canada and Mexico, with several amateur, collegiate and professional leagues functioning. It is also popular in Brazil, where it is called showbol. Other variants of indoor football, such as futsal and five-a-side football, are more popular outside North America. These variants have different rules and governing bodies from those of indoor soccer.
Indoor soccer around the world
Indoor soccer is a common sport in the United States and Canada, with both amateur and professional leagues dedicated to it. Indoor soccer has also become a popular sport in Mexico, being included as part of the Universiada (University National Games) and the CONADEIP (Private School Tournament), which match University school teams from all over Mexico. In Mexico, indoor soccer fields are most frequently built outdoors (though indoor courts are also used in some tournaments), and the sport is known as fútbol rápido ("fast football"). Some Mexican teams participate in North American collegiate and professional leagues.
Indoor soccer is also played outside of North America. There is an international federation dedicated to promoting this sport: the Federacion Internacional de Futbol Rapido (FIFRA) based in Mexico. The federation held the first Indoor Soccer World Championship in 1997 in Mexico, which was won by the host country. To this day, the FIFRA organizes international tournaments with the participation of several countries.
Indoor soccer is known in Brazil as showbol, with several regional leagues currently functioning.
In several European countries, a six-a-side variation of indoor soccer is practiced. Like the version which is common in the American continent, fields are covered with artificial turf and are surrounded by walls instead of touch lines. In the United Kingdom, Masters Football is the most well-known six-a-side competition. In Spain, the sport is known as fútbol indoor to distinguish it from futsal. Europe-wide tournaments among Masters teams (consisting of veteran former players from association football professional teams from each country) are regularly played.
Rules
Diagram of a possible North American indoor soccer field
Rules vary between governing bodies, but some of the nearly universal rule deviations from association football include:
- The Field. Most indoor soccer arenas are rectangular or oblong in shape, with artificial turf floors. In many collegiate intramural leagues, the game may be played on basketball courts, in which case the floor is hardwood. Walls at least six feet tall (often the hockey dasher boards and plexiglas used for that sport) bound the arena. Ceiling heights vary. Arena sizes are generally smaller than soccer fields, and the goals are recessed into the walls. Goals are also smaller than in standard soccer and generally the penalty area is smaller. The field commonly is 200' by 85', the regulation size for a hockey rink in North America.
- Duration. Most indoor soccer games are divided into four quarters of 15 minutes each for a total of 60 minutes of play time. There are two 3 minute periods between the first and second, third and fourth quarters and one 15 minute half-time in-between the second and third quarters. If the game stays tied until the time runs out, there will be extra 15 minute, golden goal overtime periods. However, amateur leagues generally consist of two 25-minute halves with no overtime for tied games.
- The team. Most indoor soccer games are played with six active players per team, one of whom is the goalkeeper and the other are either defense or forward also known as attackers and strikers, but so far in The United States all indoor professional games have only allowed up to six active players. Substitute players are permitted.
- Play off of walls. The ball may be struck in such a way that it contacts one or more walls without penalty or stoppage. If the ball flies over the walls or contacts the ceiling, play is stopped and the team opposing the one that most recently touched the ball is awarded a free kick at the location where the ball left the arena or made contact with the ceiling.
- Contact rules. Standard contact rules generally apply (i.e. ball contact must be made during a play on the ball, no charging with hands or elbows, no charging from behind, no holding the opponent etc.). Many leagues ban the use of the sliding tackle, though such techniques are less useful on turf or wood than they are on a slick field. If one attempts to slide on an indoor field, painful burns and/or cuts can occur.
- No offside. Most leagues play without an offside rule. Some leagues enforce a "three-line violation", prohibiting players from playing the ball in the air from behind the front line of their own penalty area across all three lines into the opponent's penalty area. Violations often result in a free kick for the opposing team at the front line of the offending team's penalty area.
Beyond these common threads, the sport is structured according to the idiosyncrasies of individual leagues. Most of these rules are adopted from other arena sports like ice hockey. Below is a listing of some of the more common ones:
- Substitution. Most leagues allow unlimited substitutions while the ball is out of play. Some allow live substitution while the game is in progress, provided that one player leaves the arena before another steps on. A minority of leagues require substitution in shifts.
- Cards. In addition to the traditional yellow and red cards of association football, some leagues include a card of a third color (blue is a common color) or another form of warning before the issuance of a yellow card. Often, leagues with a third card include a penalty box rule, and issuance of this third card requires the penalized player to sit in the box for a prescribed period of time (usually two minutes as in ice hockey) during which his or her team plays shorthanded. In leagues using the traditional card system, it's common for the yellow card to carry with it a penalty box rule.
- Zones. Because of short fields and walls surrounding the goal, a common tactic is to attempt to score at kickoff by shooting at the goal and charging at the goal with all five non-goalkeeper players who overwhelm the other team's defense and score at close range. As this depletes the tactics and drama of the game, many leagues have adopted an ice hockey-like zone rule, requiring that the ball not cross more than a certain forward distance toward the goal without being touched by a player.
- The ball. For leagues that play on hardwood, the ball is generally covered with suede or a similar non-marking covering. The harder surface generally makes the ball "bouncier" and more difficult to control, which in turn tends to make scoring goals more complicated.
- The crease. Some leagues enforce a special zone inside the goalkeeper's box called the crease. No player may shoot the ball from inside the crease unless that player entered the crease already having the ball.
- Multi-point scoring. Some leagues value goals scored from a greater distance to be worth two or three points, similar to basketball. Sometimes, leagues with a multi-point system also use a rule that a minor technical infraction gives the non-offending team a one-on-one opportunity to score on the opposing goalkeeper, worth one point. Many indoor coed leagues will give a female player two points for scoring a single goal.
19.21
'De Gea Layak Dapatkan Lebih Banyak Kredit'
Sabtu, 03 Maret 2012
London - Brad Friedel memuji David de Gea jelang duel antara Tottenham Hotspur vs Manchester United, Minggu (4/3) malam WIB. De Gea dinilainya pantas mendapat lebih banyak kredit atas penampilannya akhir-akhir ini.
De Gea diangkut ke Old Trafford dengan biaya transfer sebesar 18 juta pounds pada musim panas lalu. Namun adaptasi kiper Spanyol itu berjalan kurang mulus dengan melakukan sejumlah kesalahan yang menyebabkan dia kehilangan tempatnya di skuad utama 'Setan Merah'.
Namun seiring cederanya Anders Lindegaard, De Gea punya kesempatan membuktikan dirinya kembali. Belakangan ini, aksi eks kiper Atletico Madrid itu menuai pujian atas penyelamatan-penyelamatan krusial yang dilakukannya.
Friedel, yang berusia hampir dua kali lebih tua dari De Gea, memahami kesulitan yang dialami oleh lawannya itu. Namun dengan peforma cemerlang yang ditunjukkan De Gea belakangan ini, kiper berusia 21 tahun itu pantas mendapatkan kredit lebih banyak.
"Hal yang paling sulit untuk seorang kiper muda adalah ketika Anda melakukan kesalahan akan membuat Anda merasa seperti dunia menelan Anda. Kami tahu para pemain di lapangan bekerja keras selama pertandingan dan Anda akan merasa buruk ketika Anda melakukan sebuah kesalahan," ucap kiper veteran asal Amerika Serikat itu di Mirror.
"Tapi semakin tua usia Anda, akan semakin mudah menghadapi hal demikian. Apa yang aku suka dengan De Gea adalah penampilannya akhir-akhir ini terlihat sangat solid. Ia sudah melakukan sejumlah penyelamatan hebat di laga-laga krusial setelah mendapatkan banyak kritikan saat datang di awal musim."
"Orang-orang seharusnya memberi dia kredit lebih banyak. Tidak mudah menjadi seorang berusia 21 tahun dengan label harga 18 juta poundsterling di kepala Anda, membuat kesalahan satu atau dua kali anda mencoba untuk menggantikan Edwin van der Sar," pungkas Friedel.
Sumber : detikSport
De Gea diangkut ke Old Trafford dengan biaya transfer sebesar 18 juta pounds pada musim panas lalu. Namun adaptasi kiper Spanyol itu berjalan kurang mulus dengan melakukan sejumlah kesalahan yang menyebabkan dia kehilangan tempatnya di skuad utama 'Setan Merah'.
Namun seiring cederanya Anders Lindegaard, De Gea punya kesempatan membuktikan dirinya kembali. Belakangan ini, aksi eks kiper Atletico Madrid itu menuai pujian atas penyelamatan-penyelamatan krusial yang dilakukannya.
Friedel, yang berusia hampir dua kali lebih tua dari De Gea, memahami kesulitan yang dialami oleh lawannya itu. Namun dengan peforma cemerlang yang ditunjukkan De Gea belakangan ini, kiper berusia 21 tahun itu pantas mendapatkan kredit lebih banyak.
"Hal yang paling sulit untuk seorang kiper muda adalah ketika Anda melakukan kesalahan akan membuat Anda merasa seperti dunia menelan Anda. Kami tahu para pemain di lapangan bekerja keras selama pertandingan dan Anda akan merasa buruk ketika Anda melakukan sebuah kesalahan," ucap kiper veteran asal Amerika Serikat itu di Mirror.
"Tapi semakin tua usia Anda, akan semakin mudah menghadapi hal demikian. Apa yang aku suka dengan De Gea adalah penampilannya akhir-akhir ini terlihat sangat solid. Ia sudah melakukan sejumlah penyelamatan hebat di laga-laga krusial setelah mendapatkan banyak kritikan saat datang di awal musim."
"Orang-orang seharusnya memberi dia kredit lebih banyak. Tidak mudah menjadi seorang berusia 21 tahun dengan label harga 18 juta poundsterling di kepala Anda, membuat kesalahan satu atau dua kali anda mencoba untuk menggantikan Edwin van der Sar," pungkas Friedel.
Sumber : detikSport
19.08
Derby Manchester Tentukan Sukses ManCity Manchester City akan kembali bertemu MU di Stadion Etihad, 28 April mendatang.
![]() |
| Pemain Manchester United (merah) berduel dengan pemain City |
VIVAbola - Derby Manchester jilid II yang berlangsung pada 1 Mei 2012 mendatang, diyakini manajer Manchester City, Roberto Mancini sebagai pertandingan menentukan buat The Citizens untuk memperebutkan trofi Premier League.
ManCity saat ini berada di pucuk klasemen Premier League dengan torehan 63 poin, unggul dua angka dari Manchester United. "Mungkin itu bisa terjadi," kata Mancini saat ditanya apakah hasil Derby kontra MU, 28 April mendatang, bisa menentukan hasil akhir yang didapat ManCity.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi dalam sembilan pertandingan sebelum MU. Tetapi saya pikir, MU akan memulai 11 kemenangan dari sekarang sampai akhir musim. Dan kami harus melakukan hal serupa," sambung mantan pelatih Inter Milan tersebut.
Beralih ke pertandingan kontra Bolton Wanderers, Sabtu 3 Maret 2011, Mancini meminta anak asuhnya tidak memandang sebelah mata kekuatan The Trotters. Sebab, Bolton bisa menjegal laju ManCity meraup angka penuh di Stadion Etihad.
Bolton yang bertindak sebagai tim tamu tentu akan tampil spartan mengingat posisi mereka yang saat ini berada di zona merah. Bolton saat ini terpaku di posisi 19 dengan mengumpulkan 20 poin.
"Saya pikir, permainan ini akan sama dengan pertandingan melawan Blackburn, sangat sulit. Jika Anda tidak mencetak gol, Bolton akan bermain bagus. Semua pertandingan menjadi sangat sulit hari ini karena mereka tengah berjuang di zona degradasi," tutup Mancini.
ManCity saat ini berada di pucuk klasemen Premier League dengan torehan 63 poin, unggul dua angka dari Manchester United. "Mungkin itu bisa terjadi," kata Mancini saat ditanya apakah hasil Derby kontra MU, 28 April mendatang, bisa menentukan hasil akhir yang didapat ManCity.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi dalam sembilan pertandingan sebelum MU. Tetapi saya pikir, MU akan memulai 11 kemenangan dari sekarang sampai akhir musim. Dan kami harus melakukan hal serupa," sambung mantan pelatih Inter Milan tersebut.
Beralih ke pertandingan kontra Bolton Wanderers, Sabtu 3 Maret 2011, Mancini meminta anak asuhnya tidak memandang sebelah mata kekuatan The Trotters. Sebab, Bolton bisa menjegal laju ManCity meraup angka penuh di Stadion Etihad.
Bolton yang bertindak sebagai tim tamu tentu akan tampil spartan mengingat posisi mereka yang saat ini berada di zona merah. Bolton saat ini terpaku di posisi 19 dengan mengumpulkan 20 poin.
"Saya pikir, permainan ini akan sama dengan pertandingan melawan Blackburn, sangat sulit. Jika Anda tidak mencetak gol, Bolton akan bermain bagus. Semua pertandingan menjadi sangat sulit hari ini karena mereka tengah berjuang di zona degradasi," tutup Mancini.
18.55
Wenger: Van Persie & Szczesny Man of The Match
INILAH.COM, London - Kemenangan yang diraih timnya atas Liverpool membuat pelatih Arsenal, Arsene Wenger, sumringah. Dia pun menyebut Robin Van Persie dan Wojciech Szczesny sebagai man of the match.
Bigmatch antara Liverpool melawan Arsenal yang dihelat di Stadion Anfield, Sabtu (3/3/2012) malam WIB, akhirnya berkesudahan dengan skor 2-1 bagi kemenangan 'The Gunners'.
Liverpool sebenarnya unggul terlebih dahulu melalui lesakkan gol bunuh diri Laurent Koscielny di menit ke-23. Namun, Arsenal mampu bangkit dan mencetak dua gol melalui Robin Van Persie masing-masing menit ke 31 dan 92.
Kemenangan ini tentu saja disambut gembira oleh Wenger. Pelatih berdarah Prancis itu pun menyebut Van persie dan Szczesny sebagai faktor kunci kemenangan Young Guns.
"Di babak pertama saya merasa kami keluar dari ritme permainan dan didominasi oleh Liverpool. Di babak kedua, kami punya peluang," aujarnya sebagaimana dilansir BBC.
"Di babak kedua, saya pikir kalau skor tetap 1-1 sampai sepuluh menit terakhir, Anda tak pernah tahu. Kami punya kualitas untuk menciptakan peluang," tambahnya.
"Tapi, saat Anda melihat bola mendarat di kaki Van Persie, Anda tahu dia bisa membuat gol spesial. Dia melakukan itu hari ini," kata pria asal Prancis ini.
"Anda tak bisa kehilangan pemain dengan kualitas seperti itu. Di dalam setiap pertandingan dia datang dengan sesuatu yang spesial," tuturnya.
"Ada dua man of the match hari ini, Wojciech Szczesny dan Van Persie," tandasnya.
Bigmatch antara Liverpool melawan Arsenal yang dihelat di Stadion Anfield, Sabtu (3/3/2012) malam WIB, akhirnya berkesudahan dengan skor 2-1 bagi kemenangan 'The Gunners'.
Liverpool sebenarnya unggul terlebih dahulu melalui lesakkan gol bunuh diri Laurent Koscielny di menit ke-23. Namun, Arsenal mampu bangkit dan mencetak dua gol melalui Robin Van Persie masing-masing menit ke 31 dan 92.
Kemenangan ini tentu saja disambut gembira oleh Wenger. Pelatih berdarah Prancis itu pun menyebut Van persie dan Szczesny sebagai faktor kunci kemenangan Young Guns.
"Di babak pertama saya merasa kami keluar dari ritme permainan dan didominasi oleh Liverpool. Di babak kedua, kami punya peluang," aujarnya sebagaimana dilansir BBC.
"Di babak kedua, saya pikir kalau skor tetap 1-1 sampai sepuluh menit terakhir, Anda tak pernah tahu. Kami punya kualitas untuk menciptakan peluang," tambahnya.
"Tapi, saat Anda melihat bola mendarat di kaki Van Persie, Anda tahu dia bisa membuat gol spesial. Dia melakukan itu hari ini," kata pria asal Prancis ini.
"Anda tak bisa kehilangan pemain dengan kualitas seperti itu. Di dalam setiap pertandingan dia datang dengan sesuatu yang spesial," tuturnya.
"Ada dua man of the match hari ini, Wojciech Szczesny dan Van Persie," tandasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)








